HATI - HATI KETIKA MANTAN HADIR KEMBALI DI SAAT
KITA SUDAH TERIKAT JANJI SUCI
Pernahkah sahabat mengalami cinta lama yang belum kelar?
Atau kedatangan mantan yang tiba-tiba ketika anda telah terikat janji suci atas
nama pernikahan?
Kaum hawa memang cenderung berhati lunak bila disinggung
tentang masalah perasaan. Tetapi apakah kita sebagai muslimah akan termasuk
dalam mayoritas wanita yang mendapat laknat-Nya dikarenakan mudah dikalahkan
oleh nafsu?
Perkembangan sosial media yang sangat pesat membuat kita
mudah menemukan kawan-kawan lama atau satu kata yang dinamakan ‘mantan’.
Sebenarnya kehadiran mantan tak selalu berbuah hal negatif,
ada juga yang masih berhubungan sebatas rekan kerja, rekan bisnis, dan
lain-lain. Tetapi ketika mantan mengetuk salam tersebut mengarah pada hal yang
tidak membuat anda nyaman, perlu kita sikapi dengan bijak juga agar kita tidak
kena imbas di kemudian hari, apalagi jika mantan tersebut pernah menjadi
seseorang yang spesial bagi kita atau sebaliknya.
1. Jangan beri ruang untuk bagi mantan mengenang masa lalu.
2. Alihkan topik jika ia memuji fisik anda, karir, atau hal
lain.
3.Berbicara seperlunya, jika di private
message ada baiknya sahabat Ummi mengalihkan ke wall terbuka
saja untuk menghindari jika ia berbicara hal-hal yang menjurus.
4. Beri pujian ia akan ‘mudah’ mendapatkan calon istri yang
sesuai jika ia terus mengunggul-unggulkan karirrnya yang mapan (bila mantan
tersebut belum menikah). Mengunggul-unggulkan karirnya bisa saja taktiknya
untuk membuat sahabat Ummi berpikir bahwa melepaskannya adalah kebodohan anda.
5. Selipkan dalam perbincangan anda tentang kelebihan suami
anda sebagai seorang yang baik dan bertanggung jawab, atau anak-anak anda yang
lucu demi memberi pagar untuk keluarga anda, tetapi tidak perlu berlebihan
karena akan terlihat bahwa anda hanya mengadakan lelucon saja.
6. Beri ia garis polisi jika ingin mengajak anda
untuk ketemuan. Dalam artian anda tidak memberi kesempatan untuk itu sama
sekali.
Sahabat, berapa banyak kasus perceraian yang diawali dengan
penghianatan serta perselingkuhan? Jika kita mengilhami pernikahan yang hakiki,
kita bisa terus membentengi diri dari hal tersebut, Fa’insya Allah derajat kita
tidak akan direndahkan karena awamnya ilmu kita untuk menjadi istri yang
saleha. Karena Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu
beberapa derajat sesuai firman-Nya dalam Q.S.Al Mujadalah: 11.
(xoxo)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar