Jumat, 14 Oktober 2016

Glow in the dark Capther 1

PoV han yoo ra

Hari hari yang selalu dilewati bersama hansol selalu tersimpan di memori otakku. Menjadi kenangan sendiri untuk waktu cukup lama dan sering dihabiskan bersama serasa dunia milik kita berdua.

Hansol adalah sosok pelindung bagiku, dia adalah pria yang selalu membuatku tersenyum, membuatku bahagia namun terkadang dia juga membuatku cemburu buta karna fans girlnya yang sering bersorak pada hansol saat dia sedang bertanding basket. Pasalnya hansol adalah pemain basket tampan dan pintar.

"Hansoooollll.. Hansooooolll aku padaamuuu". Sorak fans girl.

"Hansooooollll ... Over terus lempaarr .. Go hansoooll". Sorak fans lain.

Aku duduk di ujung bangku penonton dan hanya berpangku dengan kedua tangan. Hansol yang melambaikan tangannya padaku dan tersenyum manis ke arahku.

aku hanya membalasnya dengan senyuman karna aku tahu fans hansol jika mengetahui aku membalas hal yang sama pada hansol mereka akan langsung melihatku seakan akan mereka akan menerkamku seperti srigala yang sedang kelaparan.

~•••~

Hansol sudah menyelesaikan pertandingan, dan teamnya lah yang  memenangkan pertandingannya. Karna pertandingannya sudah selesai maka aku bergegas pergi meninggalkan lapangan.
Belum sempat pergi sebuah tangan menggenggam tanganku. Ya, itu tangan hansol.

"Kau mau pergi kemana?". Tanya hansol.

"Aku mau pulang". Jawabku.

"Yak, kau tak ingin pulang bersamaku ?".

"Bukannya kau harus berjumpa dengan fansmu dulu?". Tunjuk kearah para fans yang sedang meneriaki hansol.

"Yak, aku mohon tunggu lah aku di tempat biasa aku akan menjemputmu ok, berjanjilah padaku".

"Baiklah, tapi kau jangan terlalu lama, karna aku tak mau menunggumu ". Ucapku.

"Baiklah peri cantikku". Hansol mencium puncak kepalaku dan pergi meninggalkanku berlari ke arah team basket yang sedang dikerumuni para fans.

Aku berjalan menuju tempat persembunyian kami berdua. Ya, dance room .

Berjalan menyusuri dance room membuatku flashback, Tempat ini adalah dimana pertama kali aku bertemu dengan hansol. Saat itu aku sedang menari seorang diri namun tiba tiba kakiku mengalami cidera dan tidak bisa berjalan. Dan kebetulan sekali hansol lewat dance room dan melihat kedalam ruangan ternyata ada aku yang sedang mencoba untuk berdiri dari duduk apa daya aku tak sanggup untuk berdiri. 

Hansol pun melihatku yang terjatuh langsung berlari ke arahku dan segera membawa ku ke klinik.

Terdengar suara pintu terbuka dan benar saja ternyata hansol yang membuka pintu ruangan.

Berjalan menghampiriku . "Mianhae chagi, sudah lama kah kau menungguku?". Membelai rambutku.

"Ah, aniyo aku baru saja tiba, dan sedikit flashback dengan ruangan ini".

"Ah, aku jadi ingat saat kita pertama kali berciuman disini". Ucap dengan Senyum nakal.

"Apa hanya itu saja yang dapat kau ingat?". Mencubit pinggang namja kesayangannya.

"Aaww". Jerit hansol. "Banyak sekali kenangan bersamamu tapi sangat berkesan diruangan ini ya, saat kita pertama kali berciuman". Ucap hansol.

"Terserah kau saja, tapi percaya lah aku selalu menyimpan dan ingat semua kenangan yang telah kita lalui bersamamu". Ucapnya. Memeluk hansol dengan erat.

"Aku sama sepertimu, walaupun aku punya banyak fans aku akan tetap mencintaimu". Membalas pelukan kekasihnya itu dengan erat.

Hansol meregangkan pelukannya lalu tangannya memegang daguku dan diangkatnya kepalaku lalu sebuah benda lunak mendarat di bibirku. Ya, hansol menempelkan bibirnya ke bibirku dan aku pun membalas ciuman itu.

Hembusan nafasnya dapat aku rasakan dan aroma air keringat yang mengalir di tubuhnya dapat tercium melalui hidung ku. Ya, aroma gentleman semerbak menusuk panca indra ku.

Lumayan lama kami berciuman. Aku melepaskan ciumannya.

"Wae!!!". Tanya hansol.

"Yak, kau tak ingat kita masih disekolah".

"Baiklah kita teruskan di rumahku saja".

"Tidak mau". Aku bergegas pergi meninggalkan hansol menuju pintu keluar.

"Ayoo lah sekali saja, Yak!!! tunggu lah aku". Mencoba mengejarku.

Hansol tinggal seorang diri karna keluarganya berada di amerika dan kakanya berada di luar kota.

Aku terkadang bermalam dirumahnya saat dia sedang sakit atau dia sedang rindu padaku. Orang tua ku sudah mengenal hansol jadi mereka percaya hansol tak akan berbuat jahat atau menyakitiku.

Setibanya hansol merebahkan tubuhnya ke sofa ruang tamu. Dan aku pun ikut duduk di sofa itu.

"Apa kau sangat lelah hansol-ya".

"Eoh, sedikit lelah karna pertandingan tadi lawanya lumayan sulit jadi aku harus mengeluarkan tenagaku dengan penuh, dan sekarang aku butuh energi tambahan".

Keluhnya dengan ekspresi anak kecil yang sedang merengek pada eommanya.
"Bersih bersih lah, aku akan menyiapkan makan malam untukmu sebelum aku pulang".

"Nanti saja, aku masih ingin merebahkan tubuhku".

" eoh aniyo ppalli pergilah ke kamar mandi sekarang". Suruhku. Dengan mengangkat kedua tangannya dan menariknya.

Tapi baru setengah berdiri aku terjatuh dan sekarang hansol tepat berada di atasku. Mata kami saling menatap satu sama lain. Hansol menahan tangannya dibagian samping kiri dan kanan pada bagian kepalaku.
Aku memang sangat memyukai Hembusan nafasnya yang dapat kurasakan ingin rasanya cepat menikah dengannya agar aku bisa merasakannya setiap hari dan setiap saat.

"Eoh sebaiknya kau segera pergi ke kamar mandi, aku akan menyiapkan makan malammu". Ucapku memecahkan keheningan.

Hansol berdiri dan bangun dari posisinya yang berada di atas han yoo ra.
"Ne, masaklah yang enak". Hansol pergi meninggalkan yoo ra.

PoV hansol

Han yoo ra adalah wanita yang sangat sabar yang pernah aku kenal. Aku mengenalnya saat aku menolongnya di dance room. Ya, kakinya terkilir dan dia tidak bisa berjalan maka aku membawanya ke klinik sebrang sekolah. Kami memang satu sekolah tapi sebelumnya aku tidak mengenal han yoo ra, karna dia adalah wanita yang pendiam dan cuek.
Aku menyukainya saat melihat dia menari betapa pandai dan lincah saat dia menari. Dan aku putuskan untuk menyatakan padanya. Kenanganku sangat banyak sekali dengannya dan semua itu akan ku simpan dalam memori otakku dan akanku ingat selalu semua kenangan itu.

~~~••••~~~

hansol selesai membereskan diri lalu menghampiri yoo ra yang sedang berkutat di dapur. Entah apa yang dia masak, bagi hansol semua masakan yoo ra terasa enak.

Hansol berjalan pelan pelan lalu melingkarkan tangannya pada pinggang yoo ra.
 "Kau terlalu fokus, sampai sampai aku berada di dekatmu kau tidak tahu".bisiknya.

"Omona, kau mengagetkan ku saja". Yoora berbalik mengarah pada kekasihnya. Dan mengalungkan tangannya keleher hansol.

"Apa yang kau masak?".

"Aku melihat ada sayuran di lemari es dan ada ramyeon jadi aku gabungkan menjadi satu".

"Ah,cepatlah aku sudah tidak sabar untuk makan masakanmu".

"Sebentar lagi juga akan matang, tunggulah di meja makan".

Hansol pun berpindah dari dapur ke meja makan.

"Selamat makan". Ucap bersamaan.

"Wah enak sekali masakanmu".

"Jinjja?".

Mengangguk sambil menyuap nasi dan sayur ke dalam mulutnya.
Yoo ra tersenyum senang melihat kekasihnya makan dengan lahap masakan yang dibuat olehnya.

"Terimakasih untuk makan malamnya". Ucap bersamaan.

"Aku akan pulang setelah mencuci piring".

"Harus kah kau pulang malam ini?".

Yoo ra menganggukan kepalanya. "Ne, karna sudah larut malam".

"Beristirahatlah di kamarku, lagi pula hujan akan turun". Pintanya.

"Bagaimana eomma dan appaku?".

"Aku sudah memberi tahu pada mereka, bahwa kau terjebak hujan".

"Yak, kau ini mengapa tidak mengatakkannya padaku?".

"Aku tahu pasti kau akan menolaknya".

"Aish, kau ini". Cemberutnya.

Benar saja, tak lama hujan turun sangat deras dan keras nya suara petir menggelegar kesana kemari.

Yoo ra yang sudah berada di kamar hansol duduk di atas ranjang dengan selimut menutupi dirinya.

Sedangkan hansol berbaring di sofa ruang tamu dengan selimut yang tebal.
*dddduuuuuuaaaaaarrr* suara petir membuat listrik menjadi padam, lalu yoo ra teriak memanggil nama hansol. "Hansooooolll-ya". Yoora sangat takut gelap.

Hansol terbangun dan terkejut saat melihat semua sudah gelap. Dia mencari ponselnya lalu menyalakan app lamp di ponselnya untuk memberikan sedikit cahaya dan menyusul yoora dikamarnya.

"Yoora-ah, kau tidak apa apa?".

"Hansoool-yaa aku sangat takuut".

"Apa yang terjadii? Mengapa semua gelap".

"Aku rasa ada yang konslet pada listrik akibat hujan ini".

"Aahh aku benci gelap aku benci petir". Gerutunya.

 "Mengapa kau takut gelap yoora, padahal saat gelap kau dapat melihat sesuatu yang hanya dapat dilihat saat gelap".

Yoora tidak peduli dengan perkataan Hansol dan hansol hanya tertawa melihat wajah kekasihnya kesal terhadap gelap dan petir.

"Baiklah aku akan menemanimu tidur disini". Hansol berbaring di samping yoora. Dan yoora pun menyetujui kekasihnya itu untuk tidur disamping yoora.

~~~••••~~~

Hujan deras semalam telah berlalu dan pagi ini di gantikan dengan hangatnya sang mentari yang menyinari sela sela jendela kamar.
Terlihat sepasang kekasih yang masih berselimut di atas tempat tidur.

Yoora bersandar di dada bidang hansol."hansol-ya, aku dapat mendengarkan detak jantungmu yang berdetak seirama, aku sangat menyukainya". Gumam yoora. Yoora sudah terbangun sebelum hansol.

Hansol terbangun dan mereka saling berpandangan. Saling mengucapkan "Good morning". Ucap bersamaan.



 TO BE CONTINUE ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar